world, word, and me

The Ummah: On the Path to Revival

May 10, 2009 · Leave a Comment

The Ummah: On the Path to Revival

Recently, the media widely reported a demonstration carried in Afghanistan by 100-300 “young women” who were protesting the infamous shi’te family law. Some media outlets also reported on the counter-protests, where between 800-1000 men and women came out to show their support for the law. Many at the counter-protest voiced their opposition to interference from the colonial powers. One student from the counter-protest summarized the sentiment as follows: “We must trust Allah, instead of listening to the Western countries and the European countries who come here to meddle and interfere.”

Regardless of one’s opinion about the specific law, the larger issue is that the Ummah is turning to Islam and rejecting ideas that are foreign to it. In the case of Afghanistan, the Muslims have been resisting foreign occupation for over 20 years – first against the Soviets and now against the US-led NATO forces. Despite these challenges, the Ummah has not given up its resolve in returning to shariah.

Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: Outsourcing

Memahami Permainan Media Global

April 2, 2009 · 2 Comments

ADNAN KHAN

Tidak ada simbol Kapitalisme yang lebih menonjol daripada media massanya. Hari ini media telah memasuki setiap rumah di dunia dalam segala bentuk dan warnanya. Jurnalis Barat sangat bangga dengan usahanya yang melaporkan berita global secara obyektif dan menyatakan bahwa media mandiri adalah pilar dari masyarakat demokratis yang bisa menuntut pertanggungjawaban dari negara.

Dunia Barat selama bertahun-tahun berargumentasi bahwa kelangsungan demokrasi dan pembangungan suatu negara tergantung dari adanya faktor kritis, yaitu pembentukan masyarakat yang sadar informasi tentang semua masalah, baik yang bersifat lokal, nasional dan internasional yang ditayangkan oleh media massa yang dominan. Dalam dunia yang semakin global, media mengambil peran yang sangat penting. Ia memungkinkan tersebarnya informasi dari satu tempat ke tempat lainnya, dimana pada masa lalu sulit dijamah untuk menyebarkan berbagai versi informasi.

Keep reading →

→ 2 CommentsCategories: Outsourcing

Life Is Good

March 30, 2009 · 2 Comments

u know my sisters
sometimes I feel that life is unfair
but the more I think, more I know
at the final, i conclude: LIFE IS GOOD

every threat is a pearl
every fault is a lesson

and life is about continuous improvement
toward a better and a better human

don’t make a constraint to our self..
with those such world’s parameter
but how extract the essence

I know we can do it
I know we can face it

Go go go my sisters ^^

→ 2 CommentsCategories: curhat

bagaimana bisa menumpahkan semua ke dalam tulisan?

March 26, 2009 · 4 Comments

Akhir-akhir ini diserang sindrom baru.. ketumpahan ide.

Setelah berdiskusi dengan banyak orang…. menerima berbagai feed back dan komentar.. nonton TV dan iklan2 politik… dengerin dosen yang mengeluhkan sistem… mengamati kondisi kampus yang lagi ramai isu pemilu… googling kabar luar negeri….

banyak sekali yang ingin kutulis.. ingin sekali kucari….

tapi… seperti bumerang, justru kelabakan sendiri…. mau nulis tentang sesuatu jadi kepikiran yang lain. begitu coba pindah ke yang lain, jadi “guilty” tulisan yang lama belum selesai…

huaaa…. belum lagi banyak UTS…

hmmmmmm……

→ 4 CommentsCategories: curhat

Ayat-ayat Inspiratif dan Favorit

March 26, 2009 · 5 Comments

“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.(Muhammad : 7)

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

”Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah : 214)

”Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang – orang yang beriman.” (Ar Ruum : 47).

”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”(Ath Thalaq:2)

”Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.”(Ath Thalaq:4)

”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (Al Baqarah : 153)

“Siapa saja yang menyeru manusia pada hidayah, maka ia mendapatkan pahala sebesar yang diperoleh oleh orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka. “ [HR. Muslim]

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 111).

→ 5 CommentsCategories: Kumpulan Hadis

Mempertanyakan Kembali Demokrasi

March 26, 2009 · Leave a Comment

Sebuah Pengantar Kajian Demokrasi Female HATI

“In a democracy, it is NOT truth that matters; it IS public relations”

“But my dear Crito, why should we pay so much attention to what

‘most people’ think?”

—Socrates, in Plato’s CRITO (ca. 390 B.C.)

Aku dan demokrasi.

Bandung, Maret 2009.

Dalam keresahan dan himpitan berbagai pertanyaan,izinkan aku berbagi. Aku ingin mengisi “celah” di kepalamu. Bukan apa-apa, tuk sekedar informasi … menambah dialektika.. .walau kuharap ia kan menjadi awal sebuah revolusi. Yah, paling tidak menjadi motivasi padaku sendiri, untuk terus bertanya dan mencari.. lebih dalam tentang demokrasi.

***


Pentas demokrasi Indonesia kini kembali semarak. Jalanan kian penuh dengan spanduk-spanduk yang berisikan kampanye para caleg dengan segala gaya dan bahasa visualnya. Tak hanya itu, janji-janji lisan hingga  kontrak politik pun dibuat. Masyarakat kembali bisa berharap akan adanya perbaikan sistem yang ada saat ini.. Melalui sebuah sistem, yang dengannya negeri ini dihargai oleh Sang Negeri Adidaya sebagai negara pengimplementasi demokrasi. terbaik ketiga di dunia.

Di balik hingar bingar 2009 ini, sebuah pertanyaan muncul: Apakah sebenarnya demokrasi itu? Seberapa berpengaruh dan seberapa pentingnya ia, hingga saat ini demokrasi benar-benar dianggap laksana virtue, suatu nilai agung yang sudah “dianggap” benar dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Seperti itukah demokrasi?

Bahasa adalah rasa, begitu pula nilai yang dirasakan ketika mendengar kata ‘demokratis, pas’, Di benak kebanyakan dari kita, kata demokratis, yang identik dengan demokrasi, berhasil memiliki konotasi dan rasa positif… bukan begitu? Mari bandingkan, jika kita mendengar “suatu keluarga yang otoriter”, “pemerintahan yang diktator”, “pribadi yang sewenang-wenang”,  tak perlu ditanya lagi, hati kita akan ‘menolak’ dan memberikan konotasinya negatif bagi kata-kata tadi. Dalam alam bawah sadar, kita dengan mudah membangun dikotomi: demokrasi vs kesewenang-wenangan atau demokrasi sebagai solusi atau otoriterisme.

Merujuk pada aspek epistemologi, kombinasi kata demos (rakyat) dan kratos (aturan) sepertinya bisa menjadi awal pengenalan kita dengannya. Di awal kita telah tahu, secara harfiah arti demokrasi adalah the rule of common people. Sederhananya atau dengan bahasa yang lebih akrab, demokrasi menawarkan suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Konsep demokrasi lahir sebagai antitesis dari kepemimpinan tunggal dan kediktatoran seorang manusia atas manusia lainnya. Untuk itu, aturan tidak boleh lahir dari kekuasaan seorang manusia saja. Darinya, lahir sebuah pemikiran, bahwa pemerintahan yang terbaik adalah pemerintahan yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh masyarakat. Implikasinya, aturan-aturan yang dibuat pun harus merepresentasikan keinginan masyarakat. Sedangkan tidak mungkin mendengarkan seluruh pendapat masyarakat terlebih dahulu untuk menghasilkan suatu peraturan. Dari sini, muncullah istilah keterwakilan. Hukum dan aturan dibuat oleh wakil-wakil yang mereka pilih sendiri. Dengan harapan, aturan dan hukum yang dibuat akan mengakomodasi kepentingan bersama dan menghindarkan dari tirani tunggal dari penguasa tertentu.

Harga yang mahal untuk satu kata: demokrasi!

Tidak hanya itu, mari bayangkan, begitu banyak caleg yang terdaftar, Masing-masing tentunya menginginkan kemenangan .. Artinya mereka harus bersedia untuk melakukan kampanye ‘gila-gilaan’. Bahkan ada seseorang yang begitu nekadnya ingin menjadi caleg, hingga bersedia berutang ratusan juta rupiah ke bank. Apa yang akan mereka lakukan begitu dikukuhkan menjadi wakil rakyat? Mungkinkah pengembalian investasi?

Inikah keterwakilan yang kita harapkan? Inikah wajah demokrasi yang diusung semua orang? Inikah sistem yang kita harapkan mendatangkan solusi?

Apa yang sebenarnya kita harapkan dari demokrasi? Penjaminan atas kebebasan (kebebasan berpendapat, berperilaku, kepemilikan, ataupun beragama)? Terkadang aku berpikir, apakah sebegitu pentingkah kebebasan berpendapat? Pada kenyataannya pun kita tidak pernah mendapatkan kebebasan itu! Karena pada faktanya kita tidak diperkenankan bebas ketika sudah mengganggu kepentingan orang lain. Selain itu, kebebasan berpendapat ini pun seringkali menunjukkan muka dua nya.

Dulu, ketika rasulullah dihina lewat karikatur yang diterbitkan oleh salah satu koran di Belanda, kaum muslimin di seluruh dunia melakukan unjuk rasa, tetapi seingatku tidak ada ungkapan maaf yang terluncur dari pihak pembuat karikatur ataupun penanggung jawab media tersebut. Akan tetapi, hal yang berbeda terjadi ketika New York Post memuat karikatur yang menghina presiden AS terpilih, Barack Obama. Ketika peringatan melayang ke pihak New York Post mereka langsung mengklarifikasi dan menyampaikan maaf mereka. Ataupun ketika kaum muslim mengingikan penerapan syariat Islam, maka isu yang berkembang adalah adanya tirani mayoritas terhadap minoritas, tetapi tidakkah kita berpikir telah terjadi tirani minoritas atas mayoritas?

Begitu pun dengan kebebasan berperilaku, bukankah kita pun masih ingat kasus pelarangan jilbab di Prancis? Ketika seseorang (Seorang wanita terutama) diperbolehkan untuk menggunakan pakaian semini mungkin, tetapi ketika menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, larangan pun kembali melayang.

Begitu pun dengan kebebasan kepemilikan. Benarkah kita memilikinya? Berapa banyak perumahan liar yang digusur atas nama penghijauan kota? Tetapi bagaimana dengan perumahan mewah ataupun mall-mall yang dibangun di daerah resapan air? Apakah kebebasan hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki banyak harta dan kuasa?

Para pengusung ide ini mengatakan kecacatan-kecacatan yang terjadi dalam demokrasi terjadi karena kesalahan pelaksanaan saja, tetapi apakah benar demikian? Ataukah demokrasi sudah cacat sedari awal? Terlepas dari hal yang lain, dapatkah demokrasi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh manusia?

Apakah kita menerima demokrasi ini karena memang keberadaan kita sekarang, di masa demokrasi adalah sebuah nilai yang disetujui sebagai suatu kebenaran dan jalan untuk mencapai win win solution untuk kebaikan seluruh umat manusia? Pernahkah kita berpikir bahwa sejarah masih berputar dan perubahan adalah sebuah keniscayaan? Dulu ketika firaun masih ada, mungkin kebanyakan orang tidak akan bermimpi bahwa manusia akan terbebas dari perbudakan firau. Ketika Arab masih dalam keadaan jahiliyah, kebanyakan orang mungkin tidak berpikir dari negeri ini akan muncul peradaban baru. Ketika tahun 70-80an siapa yang akan berpikir rezim Soeharto akan berakhir dengan keadaan yang sangat gelap. Ataupun kini, disaat demokrasi dianggap sebagai sebuah solusi akankah ia akan abadi? Seperti pendapat Fukuyama bahwa inilah the end of history…

Masih banyak pertanyaanku. Tentu, juga di kepalamu. Namun, justru itulah yang kuharapkan. Agar aku bisa datang kembali. Berbagi pertanyaan dan juga jawaban. Ya, selama demokrasi menyisakan tanya. Hingga ada jawabnya.

He (Socrates) complained

that democracy elevates men to positions of authority

not as a result of their wisdom or their fitness to

govern, but as a result of their ability to sway the

masses with empty rhetoric. In a democracy, it is not

truth that matters; it is public relations.

[to be continued]

→ Leave a CommentCategories: Analisis

Ruang, Waktu dan Aku

March 19, 2009 · Leave a Comment

Titik menjadi garis
Garis menjadi bidang
Bidang menjadi Ruang
Ruang dilengkapi waktu

Ya, Ruang.. Waktu.. dan Diriku…

Dalam sebuah jalan tapak anak manusia
cerita akan dia dan dunia
tentang tujuan akhir, peta hidup dan ideologi
serta tentang adanya percabangan serta dialektika pemikiran..

akal yang menghantar pada iman vs percabangan dan ujian

sebuah ‘Rule of Thumb’ kehidupan yang mengagumkan..

dan kini 1 tanya pada diriku: dimana aku?

“Kehidupan di dunia ini hanyalah main-main belaka, sungguh akhirat itulah sebenar-benarnya hidup kalau mereka tahu” Al Ankabut (29):64

“Sungguh, kehidupan dunia hanyalah permainan dan kegembiraan sia-sia.. tapi jika kamu beriman dan menjaga diri dari kejahatan, akan diberi-Nya kamu pahalamu” Muhammad (47):36

“Barangsiapa mengejar kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami beri ganjaran atas perbuatannya dan tiada mereka dirugikan didalamnya. Tapi, merekalah orang yang di akhirat hanya api bagiannya. Tiada berguna hasil pekerjaannya di dunia, dan sia-sia perbuatannya !” Hud (11):15-16

“Sungguh, orang yang beriman dan beramal saleh, dan merendahkan diri di depan Tuhannya, merekalah penghuni surga, tinggal di dalamnya selama-lamanya” Hud (11):23

→ Leave a CommentCategories: curhat

Malam 1000 lilin : Sebuah Kontemplasi Kaderisasi Kemahasiswaan

February 19, 2009 · 11 Comments


Kemarin ikut malam 1000 lilin, di Plawid. Sedih sekali….
Terlepas dari penyebabnya, jadi menyayangkan hal-hal seperti ini terjadi..
Sudah kemahasiswaannya sepi sekarang diterjang isu seperti ini…

.

Huah, mahasiswa..
masih mikir apa bisa ya mereka menjadi tonggak pembaharu negeri ini?
Kalo revolusi Bolivarian digerakkan ama mahasiswa
Kalo revolusi Islam juga didominasi sahabat-sahabat Rasul yang notabene pemuda
Bagaimana dengan sekarang?

.

Tapi saya masih mikir,,
sepertinya masih membutuhkan jalan panjang bagi mahasiswa ITB untuk memimpin perubahan kalau kondisi pemikirannya seperti ini…

.

Anyway, turut berduka atas meninggalnya sahabat kami…
Semoga jadi pelajaran yang berharga bagi semua.

Ingin mengutip kata-kata para kahim “Kaderisasi tidak akan pernah mati”

Sur harap kaderisasi nya benar-benar kaderisasi pemikiran…
kaderisasi yang mengarah pada kebangkitan… bisakah?
Kabinet… Himpunan… Unit2 Mahasiswa…
Semuanya mikir dan bergerak… namun masih belum terarah…

Ada yang kurang dari simpul-simpul kampus ini: ideologi

hohohoho….

biar cahaya-cahaya perubahan di kampus ini gak hanya tersebar tanpa arah
perlu lensa pemfokus agar panasnya terkonvergenkan
menuju 1 titik: revolusi!

image1796image1833

image1784

image1832

→ 11 CommentsCategories: Analisis · curhat

Freak Lecturer for Freak Students: Mr Budi Rahardjo Version 3.1

February 13, 2009 · 11 Comments

Electrical Industry: a unique subject I am taking this semester.. Well as Industrial Engineering, we’re designed to know the other related subject to support our skill about system and its process… Man.. Machine.. Material… And, consequently we need the background of electricity as well…

But, here, I’d like to emphasize the lecturer rather than the lecture itself… Being in ITB so far, I’ve never met any lecture in this style… Simple, unique, original and “freak”…

Just imagine it, our first task is making a blog in which all our homeworks will be published. But the point, I do hightlight in my first class: he tells us about simplicity, struggle, and idealism… and about the self confidence… I am so excited to be in this class… rare one!

Seems it would be a nice semester then!!!

So, I hope all of you will not be surprised next.. that there will be any post about this subject…

And now I am in process to write my first task…

→ 11 CommentsCategories: Analisis · curhat

Nyawa manusia begitu murahkah?

February 9, 2009 · 3 Comments

600.000 tewas di Perang Irak
1200 nyawa melayang pada invasi terakhir Israel di Palestina
135 jiwa menjadi korban kebakaran hutan di Australia
1 orang menjadi tumbal-demokratisasi yang tak jelas-di DPRD Medan
.
Ya Ampuun..
Mulai dari kerusakan alam, perang,, hingga isu pemekaran provinsi
.
Nyawa manusia begitu murahkah?
.
We need solution, indeed!
.
Yang benar-benar menjaga hak hidup manusia
muak dengan konsep HAM
yang cuma basa-basi dan retorika belaka…
.
Astagfirullah…!!!

What happend to the world?

→ 3 CommentsCategories: Analisis · curhat