Di sebuah warkop 24 jam di pinggiran jalan kota yg malam itu masih macet. Di sebuah warkop yg dijaga oleh pak kumis, dua orang sahabat sedang ngobrol sambil ditemani dua gelas kopi tubruk dan beberapa piring gorengan yg masih mengepulkan asap yg mirip ama asap merapi.
Brodin: bro masihkah kita percaya pada demokrasi ketika JFK dibunuh di Texas dan Reagen juga nyaris ditembak?
Bejo: (diam)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gara sayyidina Umar dibunuh, sayyidina Utsman dibunuh, dan sayyidina Ali juga dibunuh?
Bejo: (tetep diam)
Brodin: terus masihkah kita percaya kepada demokrasi ketika dulu Amerika pernah terlibat perang saudara parah, juga Inggris yg bahkan gedung parlemennya nyaris dibom?
Bejo: (diam dg takzim)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gara sayyidina Ali dan Muawiyah berlaga di medan Shiffin, Hussein dibunuh di Karbala, dan bani Umayyah berseteru hebat dg Abbasiyyah?
Bejo: (nyruput kopi tapi tetep diam)
Brodin: juga masihkah kita percaya ama demokrasi ketika pak Harto mengumpulkan harta lewat KKN, JK kaya raya, dan Prabowo memiliki kuda yg konon harganya 5 miliar?
Bejo: (diam tanpa suara)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah cuma gara-gara sayyidina Utsman kaya raya dan itu juga beliau dapatkan dari bisnis ketika belum menjadi Khalifah?
Bejo: (sunyi)
Brodin: apakah kita masih percaya ama demokrasi ketika SBY menaikkan harga BBM?
Bejo: (garuk-garuk kepala n diam)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gara Yazid bin Muawiyah dan panglimanya Al Hajjaj memerintah dg tangan besi dan penuh kedzaliman?
Bejo: (senyap)
Brodin: lagi-lagi masihkah kita percaya ama demokrasi ketika pak Karno punya banyak istri, Berlusconi punya bini muda, dan Sarkozy kawin lagi?
Bejo: (dlomong sambil mikir)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gara beberapa oknum Sultan di era Utsmaniyah yg memiliki ratusan harem?
Bejo: (ngiler)
Brodin: masihkah kita percaya kepada demokrasi ketika Bush memaklumatkan perang terhadap “terorisme” dan menghancurleburkan Iraq dan Afganistan?
Bejo: (sunyi)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah hanya gara-gar pasukan Sulaiman Al Qanuni mengepung Wina, Saad bin Abi Waqas membebaskan Persia, dan Thariq bin Ziyad melakukan futuhat ke Andalusia?
Bejo: (masih diam seperti sediakala)
Brodin: terakhir masihkah kita percaya pada demokrasi ketika bangsa Amerika rusak moralnya dan Eropa dikepung pornografi dan ateisme?
Bejo: (mikir)
Brodin: lalu mengapa kita menolak Khilafah padahal Obama presiden Amerika memujinya sebagai peradaban agung tempat ilmu, iman, dan kemanusiaan dijunjung tinggi?
Bejo: (angguk-angguk tanda setuju)
Brodin: kau tahu bro, udah seharusnya kita menolak demokrasi karena konsepnya yg busuk dan gak sesuai untuk diamalkan oleh manusia. Ya kita menolak demokrasi karena konsepnya. Oleh karena itu kalau ada yg menolak ide Khilafah maka tolaklah karena konsepnya. Jangan menolak Khilafah hanya dg alasan-alasan yg dibuat-buat dan gara-gara kesalahan orang yg menerapkan Khilafah. Oleh karena itu kalau berani tolaklah karena konsepnya, itupun kalau ada. Kalau gak ada ya udah ke laut aja sana.
Bejo: (terkejut) ke laut? Ngapain?
Brodin: cari kerang ama kepiting
Bejo: (langsung menenggak sisa kopi) ikut..ikut..ikut..ikut
Entries categorized as ‘Outsourcing’
Obrolan Dua Sahabat
July 15, 2009 · 2 Comments
Categories: Outsourcing
Washington is Playing a Deeper Game with China
July 15, 2009 · Leave a Comment
By F. William Engdahl
After the tragic events of July 5 in Xinjiang Uyghur Autonomous Region in China, it would be useful to look more closely into the actual role of the US Government’s “independent” NGO, the National Endowment for Democracy (NED). All indications are that the US Government, once more acting through its “private” Non-Governmental Organization, the NED, is massively intervening into the internal politics of China.
The reasons for Washington’s intervention into Xinjiang affairs seems to have little to do with concerns over alleged human rights abuses by Beijing authorities against Uyghur people. It seems rather to have very much to do with the strategic geopolitical location of Xinjiang on the Eurasian landmass and its strategic importance for China’s future economic and energy cooperation with Russia, Kazakhastan and other Central Asia states of the Shanghai Cooperation Organization.
Categories: Outsourcing
The Ummah: On the Path to Revival
May 10, 2009 · Leave a Comment
The Ummah: On the Path to Revival
Recently, the media widely reported a demonstration carried in Afghanistan by 100-300 “young women” who were protesting the infamous shi’te family law. Some media outlets also reported on the counter-protests, where between 800-1000 men and women came out to show their support for the law. Many at the counter-protest voiced their opposition to interference from the colonial powers. One student from the counter-protest summarized the sentiment as follows: “We must trust Allah, instead of listening to the Western countries and the European countries who come here to meddle and interfere.”
Regardless of one’s opinion about the specific law, the larger issue is that the Ummah is turning to Islam and rejecting ideas that are foreign to it. In the case of Afghanistan, the Muslims have been resisting foreign occupation for over 20 years – first against the Soviets and now against the US-led NATO forces. Despite these challenges, the Ummah has not given up its resolve in returning to shariah.
Categories: Outsourcing
Memahami Permainan Media Global
April 2, 2009 · 2 Comments
ADNAN KHAN
Tidak ada simbol Kapitalisme yang lebih menonjol daripada media massanya. Hari ini media telah memasuki setiap rumah di dunia dalam segala bentuk dan warnanya. Jurnalis Barat sangat bangga dengan usahanya yang melaporkan berita global secara obyektif dan menyatakan bahwa media mandiri adalah pilar dari masyarakat demokratis yang bisa menuntut pertanggungjawaban dari negara.
Dunia Barat selama bertahun-tahun berargumentasi bahwa kelangsungan demokrasi dan pembangungan suatu negara tergantung dari adanya faktor kritis, yaitu pembentukan masyarakat yang sadar informasi tentang semua masalah, baik yang bersifat lokal, nasional dan internasional yang ditayangkan oleh media massa yang dominan. Dalam dunia yang semakin global, media mengambil peran yang sangat penting. Ia memungkinkan tersebarnya informasi dari satu tempat ke tempat lainnya, dimana pada masa lalu sulit dijamah untuk menyebarkan berbagai versi informasi.
Categories: Outsourcing
Isyarat Nubuwwah: Khilafah Akan Menaungi Palestina
January 29, 2009 · Leave a Comment
Isyarat Nubuwwah: Khilafah Akan Menaungi Palestina
Menyikapi Tragedi Gaza para penguasa Arab dan Liga Arab telah menginisiasi pertemuan Tingkat Tinggi Negara-negara Arab. Kita pun mendengar apa yang disebut dengan “Inisiatif Mesir” setelah bertemu dengan Nicolas Sarkozi (Presiden Prancis) yang kemudian disebut dengan “Inisiatif Mesir-Prancis”. Semuanya mengajukan solusi yang tidak jauh berbeda, yakni bahwa solusi masalah Palestina harus diserahkan kepada Dunia Internasional, dalam hal ini Dewan Keamanan PBB. Para penguasa Arab bersepakat bahwa solusinya adalah gencatan senjata dan perdamaian antara kedua belah pihak yang berseteru.
Solusi yang ditawarkan oleh para pengauasa Arab dan Liga Arab ini sangat aneh dan menggelikan. Pasalnya, seolah-olah di Gaza saat ini tengah terjadi peperangan. Padahal yang terjadi di sana adalah pembataian, pendudukan dan perampasan hak atas penduduk Gaza. Yang terjadi adalah Yahudi Israel melakukan serangan dengan persenjataan yang lengkap dan canggih melalui darat, laut dan udara. Sebaliknya, penduduk Gaza, termasuk Hamas, adalah pihak yang mempertahankan diri dan membela hak-hak mereka. Bagaimana mungkin kondisi seperti itu dikatakan peperangan?
Kalaupun di sana ada dua pihak yang saat ini saling menyerang, sungguh kekuatannya sangat tidak seimbang. Kekuatan yang dimiliki penduduk Gaza tidak sampai satu persen dari kekuatan yang dimiliki Yahudi Israel. Jadi, jelas solusi menghentikan peperangan adalah penyesatan yang dilakukan oleh para penguasa Arab.
Solusi yang mereka tawarkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Dalam hal ini para pengauasa Arab kalah hebat oleh Hugo Chavez, Presiden Venezuela. Chavez mampu berbuat lebih jauh daripada para penguasa Arab. Sebagai protes terhadap Israel, Chavez mengusir Duta Besar Israel dari negaranya. Sungguh, jika dibandingkan dengan tindakan Chavez, perbuatan para penguasa Arab sangatlah memalukan.
Hal ini mereka lakukan karena sebenarnya pemerintahan negara-negara Arab sudah kehilangan kedaulatan. Negara-negara Arab kini hidup dalam jajahan Amerika dan negara-negara Barat, baik dalam bidang ekonomi, budaya, militer maupun politik. Karenanya sangat wajar jika sikap mereka dalam permasalahan Palestina dan masalah-masalah lainnya yang menimpa Dunia Islam selalu mengikuti arahan dan keinginan Amerika, Eropa atau Dewan Keamanan PBB; seolah-olah mereka bukan bagian dari umat ini.
Pada kenyataannya mereka memang tidak merepresentasikan umat. Mereka bukan bagian dari umat. Bahkan mereka benar-benar telah terpisah dari umat. Pemikiran dan perasaan mereka berbeda dengan pemikiran dan perasaan umat. Tidak ada satu penguasa pun yang menyelesaikan permasalahan demi rakyat mereka. Mereka justru menyerahkan permasalahan tersebut kepada negara-negara berpengaruh baik itu Amerika, Uni Eropa, Rusia atau PBB.
Lebih jauh lagi, para penguasa Arab telah menipu umat selama puluhan tahun. Berkali-kali mereka telah merekayasa berbagai peperangan dengan Israel dengan tujuan untuk menunjukan kepedulian mereka terhadap Palestina. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah pengkhianatan mereka terhadap Islam dan kaum Muslim. Pasalnya, yang terjadi sebenarnya bukanlah peperangan sunggguhan. Semua peperangan tersebut berakhir dengan intervensi dunia internasional sehingga berakhir dengan cepat. Dari peperangan yang direkayasa ini kemudian dibuat kesan bahwa Israel tidak pernah terkalahkan. Karenanya, menurut mereka, solusi satu-satunya adalah perdamaian dengan Israel. Padahal inisiatif perdamaian demi perdamaianlah yang selama ini semakin mengokohkan eksistensi Israel.
Kaum Muslim seharusnya menyadari bahwa Yahudi sebenarnya lemah dan pengecut. Mereka tidak akan mampu berhadapan dengan kaum Muslim jika saja kaum Muslim bersatu. Jika kita menelaah nash al-Quran tentang kaum Yahudi, jelaslah bahwa Kaum Yahudi sebenarnya kaum yang lemah. Mereka tidak akan pernah memiliki kekuatan jika berhadapan dengan umat Islam yang bersatu di bawah satu komando kepemimpinan. Allah Swt. berfirman:
لَن يَضُرُّوكُمْ إِلاَّ أَذًى وَإِن يُقَاتِلُوكُمْ يُوَلُّوكُمُ الأَدُبَارَ ثُمَّ لاَ يُنصَرُونَ ﴿١١١﴾ ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴿١١٢﴾
Mereka tidak akan membahayakn kalian, kecuali hanya dengan kata-kata mereka yang menyakitkan. Jika mereka memerangi kalian, niscaya mereka akan mundur kocar-kacir, kemudian mereka tidak akan mendapatkan kemenangan. Mereka akan ditimpa kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka terikat dengan tali Allah dan tali manusia (QS Ali Imran [3]: 111-112).
Dua ayat ini menjelaskan posisi Yahudi di hadapan umat Islam. Setelah Allah menjelaskan posisi umat Islam sebagai umat terbaik (khayra ummah) pada ayat sebelumnya (ayat ke-110), pada dua ayat ini Allah menjelaskan bahwa Yahudi seharusnya tidak berkutik, lemah dan tidak berdaya jika berhadapan dengan umat Islam. Mereka baru akan mendapat kemuliaan jika mereka terikat dengan tali Allah dan tali manusia. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tali Allah adalah transaksi dzimmah (yaitu menjadi kafir dzimmi) dan membayar jizyah kepada pemerintahan Islam. Adapun yang dimaksud dengan tali manusia adalah: perdamaian, perjanjian dan suaka dari umat Islam. Kedua ayat ini mengisyaratkan kepada kita bahwa umat Islam akan ada pada posisi kuat jika mereka memiliki pemerintahan yang mandiri. Pemerintahan inilah yang akan memberikan perlindungan (dzimmah) dan jaminan keamanan kepada Yahudi. Jika kaum Yahudi tidak mau menjadi ahl adz-dzimmah dan tidak meminta suaka kepada umat Islam maka mereka tidak akan ada dalam posisi aman. Dimana saja mereka berada akan selalu terusir dan dihinakan.
Namun sayang, saat ini umat Islam tidak memiliki kekuatan untuk itu, karena lenyapnya Daulah Khilafah Islam. Akibatnya, posisi umat Islam yang kuat dan disegani tidak bisa diwujudkan. Karenanya, wajar jika saat ini Yahudi sepertinya berada dalam posisi kuat, dan selalu mendapatkan kemenangan; tidak seperti yang diceritakan di dalam kedua ayat di atas.
Di dalam QS al-Isra’ (17) ayat ke 4-8, Allah Swt. menjelaskan tentang perjalanan kaum Yahudi di dunia ini. Mereka akan selelalu melakukan kerusakan di muka bumi. Namun, setiap kali mereka melakukan kerusakan maka akan datanglah tentara Allah yang akan melibas dan menghancurkan kekuatan mereka. Di dalam ayat kedelapan Allah menjelaskan (yang artinya): Jika kalian kembali (melakukan kerusakan) maka Kami akan kembali menindak kalian (TQS al-Isra’ [17]:8).
Ketika mengomentari ayat ini, Sayyid Qutb berkata dalam tafsirnya:
Jika Bani Israil kembali melakukan kerusakan di muka bumi, balasan pasti akan datang di hadapan mereka. Sunnatullah terhadap mereka pasti akan berlaku. Memang benar, Yahudi kembali melakukan kerusakan. Lalu Allah memberikan kekuasaan kepada kaum Muslim terhadap mereka hingga mereka terusir dari Jazirah Arab. Setelah itu, mereka kembali lagi melakukan kerusakan. Lalu Allah pun memberikan kekuasaan kepada hamba-hamba-Nya yang lain untuk menindak mereka hingga datanglah masa Hitler yang mengenyahkan kekuatan mereka. Hari ini kaum Yahudi dalam bentuk Israel kembali melakukan kerusakan. Mereka telah menimpakan berbagai malapetaka kepada bangsa Arab, khususnya Palestina. Karenanya, pasti Allah akan menghancurkan kekuatan mereka dengan lahirnya kekuatan pasukan umat Islam. Inilah janji Allah yang pasti akan terjadi. Waktu kita menunggunya sudah sangat dekat.
Berdasarkan ayat ini, kaum Yahudi akan selalu melakukan kerusakan berulang-ulang ketika mereka memiliki kekuatan dan kesempatan, dan ketika umat Islam jauh dari agamanya. Imam Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam tafsir Aysar at-Tafâsir menjelaskan sebab kekuatan umat Islam yang mampu menghalau dan menghentikan kejahatan Israel adalah karena mereka memiliki negara yang besar dan kuat. Mereka bisa memiliki negara yang besar dan kuat karena mereka menerapkan Kitabullah dan terikat dengan syariahnya.
Demikian juga dengan umat Islam saat ini. Mereka tidak akan memiliki kekuatan untuk menghadapi musuh-musuhnya, termasuk Yahudi Israel, kecuali dengan kembali menjalankan syariah Allah di bawah naungan negara yang kuat, yaitu Khilafah.
Lalu apa yang sebenarnya harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan Gaza ini? Solusinya sangatlah jelas. Semua kaum Muslim sudah mengetahuinya tanpa harus membuka kitab-kitab para ulama untuk membahasnya. Semua kaum Muslim tahu, bahwa jika ada satu negeri Muslim yang diserang dan diduduki maka fardhu ‘ain bagi penduduk negeri itu untuk berjihad. Jika mereka tidak mampu maka kewajiban jihad ini meluas kepada penduduk di negeri terdekat. Dalam hal ini yang paling wajib setelah penduduk Gaza adalah kaum Muslim dan tentara Muslim di Mesir.
Siapapun pasti mengetahui bahwa besi tidak bisa dihadapi kecuali dengan besi lagi. Pasukan tidak bisa dihadapi kecuali dengan pasukan lagi. Pendudukan tidak bisa dihentikan kecuali dengan kekuatan. Karena itu, yang harus dilakukan oleh para pemimpin Arab adalah mengerahkan pasukan mereka untuk mengusir Israel. Permasalahan Palestina tidak akan bisa diselesaikan kecuali oleh kaum Muslim sendiri.
Upaya menyerahkan permasalahan Palestina kepada dunia internasional sama saja dengan membuka jalan bagi penjajahan kaum kafir dan semakin mengokohkan eksistensi Israel. Hal ini sangat bertentangan dengan firman Allah Swt.:
وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً
Allah tidak akan pernah memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang Mukmin (QS an-Nisa’ [4]: 141).
Sejarah telah membuktikan, Palestina berhasil ditaklukan dari kekuasan kaum Nasrani dengan kekuatan pasukan kaum Muslim. Penguasa kaum Muslim saat itu terus-menerus melakukan peperangan untuk menaklukan Palestina selama 200 tahun hingga akhirnya Palestina berhasil dikuasai kembali di bawah pimpinan Sultan Shalahuddin.
Karena itu, saat ini pun tidak jauh berbeda. Tidak mungkin membebaskan Palestina dari cengkeraman Yahudi Israel, kecuali melalui kekuatan pasukan yang hebat di bawah komando Amirul Mukminin (Imam/Khalifah). Inilah yang saat ini tengah diupayakan oleh Hizbut-Tahrir: menegakkan kembali Khilafah Islam. Hizb berjuang siang-malam dan tiada henti mengontak ahlul quwwah dan orang-orang yang memiliki pengaruh untuk mendapatkan nushrah mereka demi tegaknya Khilafah kedua yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Khilafah itulah yang akan mengusir Israel dan akan menyelesaikan permasalahan Palestina serta semua permasalahan yang menimpa kaum Muslim saat ini.
Khilafah Akan Muncul di Palestina
Bukan hanya akan dapat dibebaskan oleh Khilafah, Palestina bahkan akan menjadi pusat Kekhilafahan. Hal ini diperkuat oleh beberapa hadis Rasulullah saw. yang memberikan isyarat bahwa Kekhilafahan akan singgah di Palestina, bahkan Palestina akan menjadi ibukota Khilafah yang kedua ini.
1. Hadis pertama.
Ibn Hawalah menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah berkata:
لَتُفْتَحَنَّ لَكُمْ الشَّامُ ثُمَّ لَتُقْسَمَنَّ لَكُمْ كُنُوْزُ فَارِسِ وَالرُّوْمِ وَلَيَكُوْنَنَّ ِلأَحَدِكُمْ مِنَ الْمَالِ كَذَا وَكَذَا حَتَّى إِنَّ أَحَدَكُمْ لِيُعْطَى مِائَةَ دِيْنَارٍ فَيَتَسَخَطَهَا ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِى فَقَالَ يَا اِبْنَ حَوَالَةَ إِذَا رَأَيْتَ الْخِلاَفَةَ قَدْ نَزَلَتِ اْلأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ فَقَدْ أَتَتْ الْزَلاَزِلُ وَالسَّلاَسِلُ وَاْلبَلاَبِلُ وَالْفِتَنُ وَاْلأُمُوْرُ اْلعِظاَمُ وَالسَّاعَةُ أَقْرَبُ إِلَى النَّاسِ مِنْ يَدِي هَذِهِ إِلَى رَأْسِكَ
“Sungguh Syam akan ditaklukan untuk kalian. Kekayaan Persia dan Roma akan dibagikan kepada kalian. Kemudian salah seorang dari kalian akan memiliki harta begini dan begini hingga salah seorang akan diberi harta seratus dinar, tetapi ia marah karenanya.” Kemudian Beliau meletakkan tangannya di kepalaku dan bersabda, “Jika engkau telah melihat Khilafah menempati tanah yang disucikan (Palestina) maka akan datanglah saatnya banyak gempa, guncangan, fitnah dan perkara-perkara besar. Saat itu Kiamat lebih dekat dari manusia daripada tanganku ini dari kepalamu.” (HR Ahmad, Abu Dawd, ath-Thabrani, al-Hakim, al-Baihaqi dan adh-Dhiya).
Berdasarkan hadis ini, Khilafah yang akan singgah di Baitul Maqdis itu bukanlah Khilafah pada masa Umar (yang telah menaklukannya). Sebab, peritiwa besar dan guncangan yang diceritakan di dalam hadis belum terjadi. Peristiwa tersebut baru akan terjadi setelah Khilafah yang kedua, yaitu Khilafah yang saat ini sedang diperjuangkan dan dinantikan oleh kaum Muslim.
2. Hadis kedua.
Rasulullah saw. pernah bersabda:
أَلاَ إِنَّ عُقْرَ دَارِ الْمُؤْمِنِينَ الشَّامُ
Ingatlah, ibukota negeri kaum Mukmin adalah Syam (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Asakir dalam Kanzul-Ummal).
Yang dimaksud dengan Syam di sini adalah Baitul Maqdis. Hal ini dikuatkan oleh hadis-hadis lain yang menyatakan bahwa Khilafah akan berada di Baitul Maqdis. Ibnu Hibban menceritakan dalam kitab Shahîh Ahâdîts, bahwa asy-Syâm (daerah yang mencakup Yordania, Syria, Palestina, Libanon dan bagian dari Irak) akan menjadi pusat tanah (ibukota) orang-orang Mukmin pada akhir zaman.
3. Hadis ketiga.
Masirah bin Jalis bertutur, berdasarkan penuturkan dari al-Walid bin Muslim, dari Marwan bin Janah, dari Yunus bin Maisarah al-Jabalani, bahwa rasulullah saw. pernah bersabda:
هَذَا اْلأَمْرُ كَائِنٌ بِالْمَدِيْنَةِ ثُمَّ بِالشَّامِ ثُمَّ بِالْجَزِيْرَةِ ثُمَّ بِالْعِرَاقِ ثُمَّ بِالْمَدِيْنَةِ ثُمَّ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ
Urusan (Pemerintahan Islam/ Khilafah) ini akan berada di Madinah (Yatsrib), lalu di Syam, kemudian di Jazirah (Damaskus), selanjutnya di Irak, lalu di Madinah (Konstantinopel), dan kemudian di Baitul Maqdis (Palestina) (HR Ibnu Asakir).
Para ulama meyakini bahwa yang dimaksud dengan Madinah (yang kedua) adalah kotanya Heraclius (Konstantinopel). Hadis ini juga membicarakan tentang kota-kota yang akan menjadi ibukota Khilafah dan semuanya telah terjadi, kecuali Baitul Maqdis. Insya Allah, Baitul Maqdis akan menjadi ibukota Khilafah suatu saat nanti.
4. Hadis keempat.
Abdurrahaman bin Abi Umairah al-Mujni mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. Bersabda:
هُنَاكَ فِيْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سَتَكُوْنُ الْبَيْعَةُ
Di sana, di Baitul Maqdis, akan terjadi baiat (kepada Imam/Khalifah) (HR Ibnu Asakir).
Hadis ini juga diriwayatkan oleh al-Hakim dan beliau mensahihkannya.
5. Hadis kelima.
Abdullah bin Umar ra. Berkata, bahwa Rasulullah saw.pernah bersabda:
سَتَكُونُ هِجْرَةٌ بَعْدَ هِجْرَةٍ فَخِيَارُ أَهْلِ اْلأَرْضِ أَلْزَمُهُمْ مُهَاجَرَ إبْرَاهِيْمَ
Akan ada hijrah setelah hijrah. Penduduk bumi paling baik adalah orang yang menempati tempat hijrahnya Ibrahim (Syam/Palestina). (HR Al-Hakim).
Al-Hakim berkata, “Hadis ini sahih sesuai dengan syarat al-Bukhari dan Muslim meski keduanya tidak meriwayatkannya.” Wallâhu a’lam. [M. Yasin Muthohhar]
Categories: Outsourcing
Laporan dari Washington: Sinyal Kegagalan Obama
January 23, 2009 · Leave a Comment
Hari Selasa kemarin (20/1), lebih dari 3 juta orang menyemut di Washington DC untuk menyaksikan acara pelantikan (inauguration) Barack Obama sebagai Presiden AS yang ke-44. Saya menyempatkan diri datang ke sana sekedar untuk mengetahui secara langsung opini dan ekspresi warga AS terhadap Obama.
Kebetulan jaraknya hanya 20 menit dari tempat tinggal saya naik Metrotrain. Di setiap sudut jalan, terlihat para tentara dan polisi bersenjata lengkap, khususnya di area Pensylvania Avenue yang menjadi jalan utama penghubung Capitol Hill dengan White House. Sementara di seluruh puncak gedung yang dekat dengan Capitol Hill dan White House terlihat para tentara yang mengawasi setiap gerak gerik massa yang ada dibawahnya. Menurut berita di Washington Post (18/1), senjata berat termasuk peluru kendali penghancur pesawat juga disiapkan disana untuk mengantisipasi serangan pesawat seperti yang terjadi di WTC.
Ada dua hal yang bisa saya catat dari acara pelantikan ini.
Pertama, masyarakat AS saat ini berada dalam kecemasan terhadap situasi ekonomi yang makin memburuk. Makanya Obama yang terkenal dengan kampanyenya – change, we can believe in - menjadi satu-satunya harapan bagi mereka untuk memperbaiki ekonomi yang sedang sekarat ini. Saya dapat informasi dari salah seorang pengunjung bahwa sejak jam 2 dini hari para pengunjung sudah mulai datang, padahal acara baru dimulai jam 10 dan suhu mencapai minus 10 derajat celcius. Dia menambahkan, bahwa massa yang hadir pada pelantikan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan pelantikan saat Bill Clinton dan George W Bush. Tampaknya warga AS memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap Obama untuk mengakhiri krisis ekonomi ini, sehingga mereka berjibaku hadir untuk memberikan dukungan saat pelantikan.
Kedua, besarnya acara pelantikan ini tidak terlepas dari upaya propaganda AS di dunia international. Ini terlihat dari agresifnya iklan-iklan tentang pelantikan yang dilakukan oleh pemerintah AS melalui media massa seperti Washington Post, New York Time, CNN, FoxNews, CBS, dan lainnya. Bahkan di Metrotrain dan Metrobus juga dipasang iklan-iklan pelantikan ini. Salah satu bunyi iklan itu adalah : ‘sejarah terbesar perubahan dunia akan dimulai dari Washington 20 Januari 2009’, sangat bombastis.
Dengan banyaknya massa yang hadir dan berbagai entertaintment pada pelantikan ini serta disiarkan secara langsung ke seluruh dunia melalui jaringan CNN, FoxNews, CBS, dan lainnnya, maka hanya dalam waktu 2 jam warga dunia mengenal Obama sebagai presiden AS yang baru dengan dukungan penuh dari masyarakat AS. Pelantikan ini tampaknya dijadikan sebagai momen awal oleh AS untuk memperbaiki citra buruknya yang carut marut di bawah Bush.
Sinyal Kegagalan
Hadirnya jutaan masyarakat yang datang untuk memberikan support pada acara pelantikan Obama ini hanya salah satu dari indikasi besarnya harapan masyarakat AS terhadap Obama. Indikasi lain terlihat dari hasil polling yang dilakukan oleh ABC News Poll dengan sampling error 3 persen. Hasil polling tersebut dimuat di Washington Post (18/1) dibawah judul “Nation’s Hopes High for Obama, Poll Shows”. Berdasarkan polling tersebut, dukungan dan harapan masyarkat AS terus meningkat terhadap Obama.
Pada November 2008, terdapat 67 persen masyarakat AS yang mendukung dan berharap pada Obama, kemudian meningkat menjadi 76 persen pada Desember 2008. Terakhir pada Januari 2009, meningkat menjadi 80 persen. Ketika responden ditanya tentang siapa presiden AS yang paling disukai ternyata Obama menempati ranking teratas yaitu sebanyak 79 persen. Sementara Jimmy Carter yang dilantik pada Januari 1977 itu menempati ranking kedua yakni sebanyak 78 persen.
Tingginya harapan pada Obama itu tentu sangat terkait dengan makin memburuknya kondisi ekonomi AS saat ini. Menurut polling ABC News itu, hanya 5 persen responden yang menyatakan bahwa ekonomi AS saat ini masih baik. Sementara 95 persen responden lainnya menyatakan hal yang sebaliknya.
Secara faktual, sebenarnya Obama akan menemui kesulitan besar untuk memenuhi great expectations masyarakat AS itu. Pertama, tim ekonomi Obama baru mulai bekerja secara efektif 20 Januari 2009. Padahal resesi ekonomi terus meluncur dengan cepat menumbangkan perusahaan-perusahaan besar di AS. Raksasa otomotif Chrysler, Ford, dan General Motor mulai limbung juga diterjang resesi ini. Chrysler beberapa waktu lalu telah mengumumkan penutupan manufakturing-nya di seluruh Amerika Utara. Sedangkan Ford pada bulan Januari ini berencana menghentikan aktivitas 10 cabang pabriknya di AS.
Hampir tiap hari Washington Post memberitakan tentang rontoknya perusahaan besar di AS, sementara rontoknya perusahaan kecil sudah tidak menjadi berita karena berjibun jumlahnya. Terakhir, masyarakat AS cukup terkejut dengan berita bangkrutnya perusahaan raksasa retail Circuit City yang diumumkan di Washington Post (18/1), hanya dua hari sebelum pelantikan Obama. Padahal sebelumnya, Circuit City dinyatakan sehat dibandingkan dengan Linens’n Thing dan Sharper Image yang telah lebih dulu mencatatkan dirinya sebagai perusahaan retail yang sedang sekarat hingga akhirnya tidak tertolong menemui kebangkrutannya. Circuit City akan menutup cabangnya di 567 lokasi di AS dan akan merumahkan karyawannya sekitar 30.000 orang.
Obama sendiri terlihat mulai cemas. Dalam beberapa pidatonya, dia sering mengeluarkan statement yang bernada pesimis, berbeda dengan pidatonya ketika masa kampanye dulu. Misalnya, dia mulai sering mengatakan bahwa recovery ekonomi yang akan dijalankan oleh timnya kemungkinan akan berjalan lambat karena resesi ekonomi saat ini berjalan sangat cepat. Itu menunjukkan bahwa Obama dan tim ekonominya mulai memberikan sinyal awal atas kemungkinan gagalnya memperbaiki resesi ekonomi AS yang makin dalam dan meluas ini.
Kedua, kabinet Obama dan tim ekonominya terdiri dari orang-orang lama khususnya dari partai Demokrat yang dulu bekerja pada masa pemerintahan Bill Clinton. Mereka tidak memiliki pengalaman yang memadai untuk mengatasi krisis seperti saat ini yang dicatat sebagai krisis paling dahsyat yang menimpa AS selama 30 tahun terakhir. Belum lagi minimnya akses mereka terhadap
base data dalam aktivitas ekonomi dan politik yang terjadi di AS selama 8 tahun terakhir. Karena base data tersebut ada di tangan politisi dan ekonom partai Republik yang bekerja dibawah pemerintahan Bush. Kedua partai ini bersaing sangat hebat di AS, sehingga tentu saja pihak Republik akan membatasi akses pihak Demokrat dibawah Obama terhadap data-data penting yang mereka miliki. Sebab kalau Obama gagal akan menjadi poin kemenangan bagi pihak Republik.
Ketiga, sampai saat ini belum ada ide fundamental yang ditawarkan oleh tim ekonomi Obama yang secara logis bisa menjadi solusi terhadap resesi ekonomi ini. Obama sendiri bahkan hanya bicara pada tataran populis, seperti penyelesaian masalah pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja baru. Padahal belum jelas seperti apa strategi pembukaan lapangan kerja baru tersebut ditengah kasus lay-off atau PHK yang terus bertambah detik demi detik. Secara sederhana tentu mudah difahami bahwa masalah pengangguran itu hanya gejala saja dari sakitnya ekonomi. Sumber penyakitnya sendiri tentu saja dipicu oleh kegiatan spekulatif nonproduktif seperti transaksi derivatif di pasar uang, bursa valas, bursa saham dan bursa berjangka komoditas, transaksi ekonomi yang berbasis riba, serta persoalan mata uang yang tidak lagi ditopang oleh nilai intrinsiknya. Itulah system ekonomi kapitalisme yang mengikat semua aktivitas ekonomi di AS..
Karena sekarang ini hanya terjadi perubahan personal pemerintahan di AS, padahal yang sakit adalah sistemnya, maka kemungkinan gagal jauh lebih besar daripada kemungkinan untuk berhasil. Tentu tidak mustahil bagi Obama untuk mengalami nasib seperti Bush yang dihujat oleh pendukungnya sendiri pada saat berakhir masa pemerintahannya, karena gagal memenuhi janjinya.
Wallaahu a’lam bi ash-shawab.
K. Shadiq, Washington DC.
Categories: Outsourcing
Surat Ummu Taqi dari Gaza
January 23, 2009 · 2 Comments
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Akhwat dan Ikhwan sekalian yang saya cintai, pada kesempatan ini saya ingin mengirimkan salam dari akhwat dan ikhwan di Gaza. Dengarlah situasi yang kami hadapi dan ceritakan ini pada semua orang yang anda kenal dan tidak anda kenal.
Ketika Zionis menyerang kami tanggal 27 Desember 2008, sebenarnya mereka tidak hanya menyerang Hamas, dan kaum muslimin di Gaza, tapi mereka menyerang umat Islam keseluruhan. Mereka menyerang Islam dengan harapan bahwa mereka akan dapat melemahkan dan akhirnya menghancurkan Islam dan umat Muhammad SAW.
Dan mereka tidak akan pernah berhenti di sini. Mereka ingin merampas Al Aqsa yang kita cintai, mereka ingin Tepi Barat dan percayalah kepadaku jika saya katakan bahwa mereka ingin seluruh Timur Tengah.
Namun mereka tidak akan pernah berhasil. Mereka tidak akan pernah bisa memadamkan cahaya Allah. Insya Allah.
Situasi yang kami hadapi ini sungguh-sungguh mencekam tetapi Iman kami masih kuat Alhamdulillah, walaupun kami tidak memiliki air, dan apabila memang ada, maka air itu sudah tercemar dan mengandung penyakit. Kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. Apabila kita menemukan uang untuk membeli dari penjualnya maka sangat berbahaya bagi kami untuk bepergian untuk mendapat pasokan air yang baru. Kami tidak memiliki gas, dan kami sudah tidak memilikinya selama empat bulan terakhir. Kami memasak sedikit makanan yang kami masak dengan api yang kita telah pelajari untuk mempersiapkannya.
Semua pria disini telah kehilangan pekerjaannya. Saat ini mereka menghabiskan waktu di rumah. Suami saya dapat menghabiskan waktu sehari pergi dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mendapatkan air yang sangat kami perlukan. Dia biasanya kembali dengan tangan hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank dimana kita dapat menarik uang. Hanya sedikit rumah sakit yang buka bagi orang-orang yang terluka. Anda selalu menyadari risiko yang akan anda hadapi ketika anda keluar rumah dan ketika Anda berada dalam ruangan. Mereka mengenakan jam malam kepada kami antara jam 1-4 sore. Mereka bilang, kita dapat keluar dengan aman untuk mendapatkan kebutuhan kami, tapi itu adalah dusta. Mereka seringkali punya kesempatan untuk menambah syuhada ke dalam daftar mereka.
Sehari kami makan nasi dan keesokan harinya kami makan roti. Daging dan susu adalah barang mewah. Mereka menggunakan bahan kimia di daerah-daerah perbatasan. Mereka tidak hanya membunuh kami dengan peluru dan tank-tank dan pesawat-pesawat B52, tetapi juga mereka membunuh kami secara perlahan dengan membuat anak-anak kami kelaparan, yang menyebabkan munculnya penyakit yang sulit digambarkan yang disebabkan bahan kimia itu dan mereka tertawa atas penderitaan kami yang berkepanjangan dan tak tertahankan ini.
Tapi atas semua hal ini kami diberitahu bahwa orang-orang berdemonstrasi di seluruh dunia. MashAllah, kenyataan bahwa Anda pergi ke kedutaan-kedutaan besar dan meninggalkan rumah Anda benar-benar membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian dalam perjuangan ini.
Tapi Anda dapat pulang pada malam hari dan mengunci pintu. Kami tidak dapat melakukan itu. Saya harus meninggalkan rumah saya di lantai dua setiap malam dan tinggal dengan kakak saya di lantai dasar. Karena seandainya terjadi serangan, kami bisa cepat-cepat keluar dari lantai dasar.
Tetapi umat bertanya-tanya di manakah tentara kaum Muslim? Di manakah kemenangan? Dan di manakah pemimpin sejati kita yang akan menyelamatkan kita dari kematian? Di manakah tentara Salahudin Ayubi? Jangan berharap pada PBB, mereka mengakui Israel sebagai sebuah Negara pada tahun 1949 dan mengunci nasib kami menjadi seperti pada hari ini. Jangan menoleh ke Amerika atau Inggris, bukankah mereka yang menyerbu ummat Islam di Irak dan Afghanistan? Panggilah para tentara di Mesir, Syria, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Di manakah tentara Bangladesh, Negara-negara Teluk, Indonesia dan Libya? Apakah mereka cukup hanya menonton para wanita menjerit meminta pertolongan ketika musuh mengubur anak-anak kecil kami? Apakah kuping mereka tuli hingga tidak bisa mendengar jeritan saudaranya para ikhwan dan akhwat? Bukankah kami memiliki hak untuk makan dan minum dengan selamat dan aman. Bukankah kami juga punya hak untuk tertawa dan hidup dengan memiliki harapan?
Ya, kami lelah. Ketika kami mendengar suara roket dan bom dan melihat pesawat-pesawat yang terbang sangat rendah menghampiri gedung-gedung tempat kami berada, saya berteriak sementara anak-anak dan suami saya merasa putus harapan. Para ikhwan akan tahu seperti apa rasanya ketika merasa putus asa untuk bisa melindungi kehormatan dan kehidupan keluarga Anda. Ada sesuatu yang membunuh dia dari dalam. Kami sering bertanya-tanya kapan mereka akan menjual tanah kami dengan harga murah, apakah serangan ini akan merenggut nyawa seribu atau dua ribu orang. Kami masih menunggu dan melihat. Orang-orang Israel sudah merencanakan di tempat mana mereka akan buat pemukiman baru di Gaza. Seperti inilah keadaan kami.
Tapi dalam semua kejadian ini, tidak ada yang lain selain Allah SWT yang dapat menyelamatkan kami. Jangan lupakan kami karena saat ini Anda semua adalah yang kami miliki. Sedekah anda tidak kami terima, dan ketika mereka membuka perbatasan maka sedekah itu hanya diterima segelintir orang saja yang tidak tahu harus berbuat apa karena akan beresiko bagi hidup kami hanya untuk membeli makanan. Mereka akan membunuh siapapun, siapapun apakah dia adalah anak umur lima tahun yang sedang membawa makanan untuk keluarganya. Kami ingin hidup dari keringat kaum laki-laki kami, bukan dari keringat orang lain karena kami sedang sekarat.
Terus lakukan pekerjaan yang Allah perintahkan dan berdoalah untuk kemenangan yang akan segera datang dan menyelamatkan ummah di segala tempat. InshAllah.
Semoga Allah SWT membuat kami teguh dalam din ini, selama masa perjuangan ini dan selama masa kemudahan. Ya Allah, berilah kemenangan kepada kami segera dan segeralah tegakkan kembali Islam sebagai otoritas yang dengannya kami hidup, Ya Allah, kirimlah kepada kami anak-anak Salahudin, bala tentara Islam untuk menyelamatkan ummat Muhammad SAW dari penindasan di mana kita hidup. Ya Allah lindungilah anak-anak kami dan usirlah kaum zionis dari tanah kami. Ya Allah, hari ini saksikanlah pada hari ini kami telah meminta pertanggung jawaban para pemimpin kami, kami berdoa semoga Engkau segera mengembalikan kepada kami seorang pemimpin sejati, seorang Khalifah. Amin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Saudaramu Ummu Taqi
Categories: Outsourcing
Gaza Bersimbah Darah : Luka Kaum Muslim, Duka Dunia
January 15, 2009 · Leave a Comment
Dari Buletin Diary HATI
by Female HATI
Serangan militer Israel terhadap Gaza yang dimulai sejak 27 Desember 2008 lalu kini telah mengakibatkan korban tewas sekitar 900-an orang dan ribuan orang luka-luka. Sudah dua pekan Israel melakukan penyerangan, namun belum juga menunjukkan tanda-tanda berhenti. Bahkan Israel menyebarkan selebaran di tengah-tengah penduduk Gaza yang mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan serangan yang lebih besar. Gambar mayat warga sipil bergelimpangan, wajah korban anak-anak yang tak berdosa, dan tangisan warga palestina menjadi santapan kita setiap harinya. Kecaman disampaikan oleh berbagai kalangan di seluruh belahan dunia terhadap aksi Israel ini. Pemimpin-pemimpin dunia pun tak lupa menyampaikan kecaman. Hanya kecaman. But… does it work?
Kembali Melihat Sejarah Konflik Israel Palestina
Palestina, sebelum ditaklukan oleh khalifah Umar Ibnu Khaththab pada tahun 637 M (more…)
Categories: Outsourcing
Israel will be defeated and Jerusalem will become the capital of the Khilafah insha Allah
January 9, 2009 · Leave a Comment
In these difficult times we must not get defeated, have vision and work to achieve that vision. Israel will be defeated in the future and Jerusalem will become the capital of the Islamic Khilafah inshAllah.
The following are evidences from the Quran and ahadith for this:
Allah سبحانه وتعالى says:
وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا {4}
فَإِذَا جَاء وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُوْلِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلاَلَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً {5}
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا {6}
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاء وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْاْ تَتْبِيرًا {7}
عَسَى رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا {8}
“And we decreed for the Children of Israel in the Scripture, that indeed you would do mischief on the earth twice and you will become tyrants and extremely arrogant! So, when the promise came for the first of the two, We sent against you slaves of Ours given to terrible warfare. They entered the very innermost parts of your homes. And it was a promise (completely) fulfilled. Then We gave you once again, a return of victory over them. And We helped you with wealth and children and made you more numerous in manpower. (And We said): ‘If you do well, you do good for your ownselves, and if you do evil (you do it) against yourselves’. Then, when the second promise came to pass, (We permitted your enemies) to make your faces sorrowful and to enter the mosque (of Jerusalem) as they had entered it before, and to destroy with utter destruction all that fell in their hands. [And We Said in the Taurat (Torah)]: ‘It may be that your Lord may show mercy unto you, but if you return (to sins), We shall return (to Our Punishment). And We have made Hell a prison for the disbelievers.” [TMQ Al-Isra, 17:4-8]
The indication in this verse that the second promise of Allah سبحانه وتعالى which will come to pass refers to the destruction of Israel is where it says, “to make your faces sorrowful and to enter the mosque (of Jerusalem) as they had entered it before.” The Muslims opened Jerusalem to Islam under the rule of the second Khalifah Umar ibn al-Khattab (ra), the Islamic state ruled it with justice for hundreds of years. (more…)
Categories: Outsourcing
Tunjauan Kritis Sejarah Komprehensif Palestina
January 8, 2009 · 6 Comments
Oleh: Dr. Fahmi Amhar
Untuk memahami apa yang terjadi di Palestina hari ini,
kita harus menengok sejarah dunia selama 4000 tahun!

Palestina Tanah Yang (Pernah) Dijanjikan
2000 SM – 1500 SM: Ibrahim as. melahirkan Ismail as. (Bapak bangsa Arab) dan Ishak as. Ishak melahirkan Ya’kub as. alias Israel. Ya’kub punya anak Yusuf as, yang ketika kecil dibuang oleh saudaranya, namun belakangan menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika dilanda paceklik, Ya’kub as. sekeluarga atas undangan Yusuf berimigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (bani Israel atau bangsa Israel) membesar.
Categories: Outsourcing
