Legitimasi. Satu kata ini justru saya tujukan pada diri sendiri, yang dengan berbagai alasan mencari alibi jika ditanya seputar pengembangan blog ini. Mulai dari kesibukan akademik, hingga sulitnya akses internet, dan kini alasan apa lagi kalau bukan sibuk KP. Hihihi….
Sebenarnya… Nuansa jakarta yang panas membuat ide di kepala semakin banyak. Beririsan langsung dengan kehidupan yang ‘lebih ganas’ (melihat orang-orang tunawisma, pengemis yang sangat agresif, polusi yang amat sangat dan gap sosial yang luar biasa ekstrim) dan untuk pertama kalinya–setidaknya selama 3 tahun ini–terjun langsung di dunia kerja yang sangat menuntut kemandirian analisis dan uji coba pemahaman atas dunia keteknikindustrian, saya justru semakin banyak berkontemplasi di meja kerja daripada menyelesaikan analisis dan laporan KP. (semoga supervisor dan manajerku tidak membaca tulisan ini :p)
Terbukti, saat ini di laptopku sudah ada 9 draft tulisan, ada 2 yang udah jadi, ada 4 yang masih setengah jadi, dan sisanya masih judul dan alur kasar…. Dari analisis feminisme yang kubuat dari April lalu hingga kasus Uighur baru-baru ini, belum lagi komentar-komentar ringan pribadi mengenai pemilu dan pragmatisme masyarakat… Ingin sekali kuselesaikan segera… begitu banyak pemikiran dan ide di kepala. Namun, di balik semua itu, pun kalau semua ini diselesaikan… ada sebuah keengganan dalam hati untuk mempublishnya…. Mengapa? Mmm…. Gimana ya menceritakannya?
Senang rasanya melihat blog teman-teman lain yang penuh dan senantiasa update. Ada yang celotehan dan curhatan pribadi, ada pula yang sangat berkonten bahkan mempersuasi orang-orang. Namun, ada sebuah pertanyaan menggeliat di kepalaku, apa iya seperti ini yang saya mau? Ada sebuah prinsip untuk tidak sekedar mengandalkan pada produktivitas blog namun tidak optimal dari segi konten. Tetapi, kalau aku nilai secara pribadi, tulisan-tulisan yang kubuat, semuanya masih jauh dari berbobot.
Sedangkan, untuk penulis yang awam seperti saya, membuat sebuah tulisan yang berbobot, membutuhkan pengumpulan informasi yang banyak, diskusi dan wawancara ke berbagai guru (baca: informan yang reliable), dan setelah bertapa sekian lama (ceritanya biar mikir agak serius gitu).
Jika browsing ke blog-blog ternama, katakanlah seperti blog pak fahmi, brrr… mupeng banget rasanya… heu heu…. kok bisa ya mereka mengeluarkan analisis mendalam dan tetap produktif? Iri banget lihat blog seperti ini. Dialektika yang dalam dan diiringi produktivitas dan kedinamisan menanggapi fakta. Keren!!!
Yup.. ini dia, akhirnya bagi saya, blogging layaknya sebuah thread off: produktivitas vs kualitas. Bisa aja sih langsung dipublish semuanya.. tapi paling yang saya ajukan hanya komentar umum dan semua orang juga sudah pada tahu. Nothing new. Ingin sekali menyediakan sesuatu yang baru, dan menyajikan informasi unik dan kalau bisa inspiratif. Hmmm…
So so so?
Hahaha… dasar,,, ini nih kalo orang banyak maunya, tetapi sulit konsisten, apalagi kalo ada banyak agenda lain selain menulis. Di ujung kontemplasi singkat ini, 2 kata kunci yang mungkin bisa menjadi jawabnya, proporsionalitas dan konsistensi… Benar-benar tthread off. Harus proporsional. Kalau menunggu sempurna, ntar gak akan terbit-terbit. Tapi gak bisa juga asal terbit. Butuh upaya lebih besar untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Yup, namanya juga belajar.
Hmm, overall, dari semua yang saya pikirkan, blogging adalah pemicu dan motivasi menulis sekaligus tools dalam berbagi ide dan pemikiran.
“Terkadang melihat ke atas itu melelahkan dan jadi tidak bergerak… Tetapi kalau selalu menunduk ke bawah, kita akan senantiasa puas dan minim motivasi untuk berkembang… so… be proportional is the best for me now… “
Semangat!!!!
3 responses so far ↓
ainami // July 14, 2009 at 10:22 am |
haih.. curhat kok di publish? -_-’
yup, never ending to learn..
Surani // July 15, 2009 at 2:38 am |
hehe.. yup.. never ending to learn….
aliya // July 17, 2009 at 10:34 am |
penyakit kita sama??
ngiler liat orang keren… ceritanya pingin ikut2 keren… tapi… selalu banyak alasan untuk tidak melakukan eksekusi… :p
*padahal alasanna nda penting… haha…
astagfirullah… ya Allah bimbinglah kami untuk selalu bertaqarub kepadaMu…amiin…