world, word, and me

Nyawa manusia begitu murahkah?

February 9, 2009 · 3 Comments

600.000 tewas di Perang Irak
1200 nyawa melayang pada invasi terakhir Israel di Palestina
135 jiwa menjadi korban kebakaran hutan di Australia
1 orang menjadi tumbal-demokratisasi yang tak jelas-di DPRD Medan
.
Ya Ampuun..
Mulai dari kerusakan alam, perang,, hingga isu pemekaran provinsi
.
Nyawa manusia begitu murahkah?
.
We need solution, indeed!
.
Yang benar-benar menjaga hak hidup manusia
muak dengan konsep HAM
yang cuma basa-basi dan retorika belaka…
.
Astagfirullah…!!!

What happend to the world?

Categories: Analisis · curhat

3 responses so far ↓

  • Leonardus A P // February 12, 2009 at 4:11 pm | Reply

    Sur, mau comment tulisan lo yang 22 Januari, di forum diskusi km, haha
    maklum baru baca gw

    “energi suatu permasalahan kompleks. Sistem pengelolaan energi ini mempunyai banyak subsistem-subsistem (regulasi energi, konsumen energi, pihak asing, dll) dibawah nya (seperti yang telah Bu Surani jelaskan diatas) yang saling berinteraksi baik dalam subsistem dan antar subsistem.
    Baru liat pertama, wew, analisis anda sangat tajam bu, kita butuh banyak bantuan temen2 mahasiswa lainnya untuk tambahan input untuk pembahasan (untuk melengkapi RPD), sampai akhirnya kita mendapatkan suatu RPD yang benar2 mendekati permasalahan yang ada.
    salut, mari kita berjuang berjuang bersama
    hehe.

    Oh ya Bu, uncontrolable input (bisa dikendalikan tidak ya?, masi bingung), seperti kecenderungan beberapa pihak dalam yang berpengaruh untuk mendapatkan keuntungan pribadi (yang akan menyebabkan deviasi pelaksanaan regulasi, dan manipulasi atau permainan tidak sehat dalam menangani masalah energi ) , itu menurut saya akan sangat mempengaruhi sistem lainnya. Hal ini akan kita tanggapi seperti apa? (maaf jika tidak relevan). Tks

  • Radix Hidayat // April 13, 2009 at 11:24 pm | Reply

    avicenna bilang: “lebar kehidupan lebih penting dari panjang kehidupan”

    satu hal yg pasti sih, adalah kamu pasti mati

    jadi, pilihannya adalah, dengan cara apa lo mau mati…membusuk di korsi goyangmu, sembari menghitung sisa usia, ato kematian yg datang saat lo memperjuangkan sesuatu yg lo anggep bener…

    inget, Allah itu Maha Adil…segala yang tidak adil akan diseimbangkan dengan cara-Nya sendiri…

    “It is better to die on your feet than to live on your knees”

    *lagi ngalor-ngidul, jgn tlalu ngambek yah ditanggepinnya…*

  • Surani // April 22, 2009 at 2:25 am | Reply

    avicenna… panggilan Ibnu Sina oleh orang2 Eropa. Great Man…

    “It is better to die on your feet than to live on your knees” I LIKE IT!!!

    Hmm…. hidup cuma sekali. mati cuma sekali.
    dan diakhiri dengan kehidupan yang abadi.

    LIVE TO DIE. DIE TO LIVE FOREVER!!

    Hidup mulia atau mati syahid. No other choice..

    NB: gak kok.. tumben kali ini gak ngalor ngidul komennya… hahaha

Leave a Comment