world, word, and me

REFRESH OUR MIND ABOUT ENERGY

January 22, 2009 · Leave a Comment

Pertanyaan besar muncul :

  1. WHY THE ENERGY?
  2. IS THERE ANY PROBLEM ABOUT ENERGY?
  3. HOW TO SOLVE THAT?
  4. WHAT IS THE GOAL?
  5. WHAT SHOULD WE DO?

VISI : MANDIRI ENERGI UNTUK INDONESIA YANG MANDIRI

  1. WHY THE ENERGY?

Karena energi merupakan hal yang substansial untuk pergerakan apapun dalam konteks pembangunan nasional , energi merupakan ruh yang menggerakan pembangunan nasional. Energi berkaitan sangat erat dengan sendi-dendi kehidupan suatau manusia dari cakupan manusia sebagai individu maupun dunia secara keseluruhan. Sebagai gambaran negara-negara super power[1] di dunia adalah negara-negara yang telah mencapai kemandirian energi. Karena itulah energi merupakan kepentingan multinasional yang dapat memicu konflik multidimensional. Energi dalam konsep nasional merupakan penyokong ketahanan multiaspek suatu negara (ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan). Ketahanan multi aspek diperlukan untuk menciptakan kestabilan nasional suatu negara.

energy-central-position

Simpulannya adalah kestabilan energi diperlukan untuk menjamin kestabilan nasional suatu negara.

  1. IS THERE ANY PROBLEM ABOUT ENERGY?

Jawabnnya: YA

Setelah pertanyaan poin 1 terjawab, masalah yang menjadi effect dari runtutan masalah lainnya adalah suatu kenyataan bahwa Indonesia tidak mandiri energi. Atau sesuai jawaban poin 1 dapat ditarik suatu simpulan premis-premis bahwa Indonesia tidak mandiri energi sehingga Indonesia tidak memiliki ketahanan multiaspek sehingga Indonesia tidak memiliki kestabilan nasional yang baik. Berdasarkan analisis kami, maka permasalahan ketidakmandirian Indonesia dapat dianalisis berdasarkan fishbone diagram[2] berikut.

fishbone permasalahan energi Indonesia

Dari diagram tersebut dapat disimpulkan ada beberapa submasalah (akar masalah) yang cukup krusial dan menyebabkan permasalahan yang lebih kompleks dan berimbas pada main effect bahwa Indonesia tidak mandiri energi. Permasalahan tersebut adalah :

· Pendidikan dan riset yang tidak sepadan dengan kebutuhan untuk mengeksplorasi dan eksploitasi potensi energi Indonesia.

· Struktur perekonomian Indonesia yang lemah sehingga tidak mampu menopang kebutuhan Indonesia akan energi khususnya dan kebutuhan hidup umumnya.

· Tatanan sosial dan pola kehidupan masyarakat yang kurang kondusif untuk akselerasi Indonesia menuju kemandirian energi sebagai imbas dari pendidikan formal, sosial, maupun media yang tidak mendukung kemajuan energi nasional.

· Sistem perundangan (regulasi) yang tidak berpihak pada perkembangan industri energi nasional.

· Interfensi asing dalam multidimensi (dalam diagramtersebut dibatasi pada ekonomi dan politik) menyebabkan bangsa Indonesia menjadi bangsa termarjinalkan dalam pengelolaan sumber daya energinya sendiri.

  1. HOW TO SOLVE THAT?

JUST ADD (Analyze, Define, and Do it)

· Analisis Subyek Masalah

Dari anlisis fishbone diagram dapat kita tarik simpulan bahwa submasalah (akar masalah) melibatkan beberapa pihak yaitu:

1. Pihak akademisi (termasuk mahasiswa, ahli dan praktisi energi)

2. Pihak ekonom, dunia usaha, pakar pembangunan energi

3. Masyarakat secara keseluruhan dalam perspektif ini masyarakat konsumen energi.

4. Regulator (eksekutif, dan legislatif).

5. Pihak asing (baik politik maupun ekonomi).

· Analisis Kebutuhan Energi Indonesia

Kebutuhan energi Indonesia dipengaruhi oleh paling tidak 2 faktor yaitu:

1. Jumlah penduduk Indonesia

Jumlah penduduk merupakan faktor yang utama, secara teoritis dengan asumsi jumlah konsumsi energi perkapita[3] yang sama, apabila jumlah penduduk mengalami peningkatan, maka jumlah energi yang dikonsumsi pun akan semakin besar. Menurut data statistik jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 205.834.300 jiwa dan pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 231.966.600 jiwa. Atu dengan kata lain pertumbuhan penduduk Indonesia kira-kia 1,25 % per tahun.

2. Kondisi perekonomian

Pertumbuhan ekonomi Indonesia

· Analisis Potensi Energi Indonesia

Menurut referensi yang diperoleh, Indonesia memiliki potensi energi yang terukur sebagai berikut :

1. Cadangan minyak bumi 9 miliar barrel, artinya dengan produksi rata-rata sekarang 500juta barrel per tahun, maka akan habis dalam 18 tahun.

2. Cadangan gas alam 182 TCF (triliun kaki kubik), artinya dengan produksi rata-rata 3 TCF per tahun, maka akan habis dalam 61 tahun.

3. Cadangan batu bara 19,4 miliar ton artinya dengan produksi rata-rata 150 juta ton per tahun, maka akan habis dalam 130 tahun.

4. Potensi panas bumi Indonesia sebesar 27.189 MW (sekitar 40% potensi panas bumi dunia) dan baru dimanfaatkan sekitar 807 MW.

5. Potensi tenaga air (konvensional) Indonesia mencapai 75,67 GW dan baru dimanfaatkan sekitar 4,2 GW, dan potensi tenaga mikrohidro 712 MW dan baru dimanfaatkan 206 MW.

6. Potensi tenaga surya Indonesia 4,8 KW per m2 perhari dan baru dimanfaatkan sekitar 8 MW..

7. Potensi angin Indonesia 3-6 m/ detik dan baru dimanfaatkan sekitar 0,6 MW..

8. Potensi biomassa di Indonesia 49,81 GW dan baru dimanfaatkan sekitar 445 MW.

· Definisikan persoalan

Jadi persoalan yang mendasar yang berhasil dianalisis adalah: regulasi, ekonomi,teknik, pendidikan (formal, sosisal, amaupun media). Dari hal-hal tersebut dapat dianalisis

  1. WHAT IS THE GOAL?

Tujuan dari kepengurusan tahun ini adalah meneruskan eskalasi kajian dari kepengurusan sebelumnya (buku putih kemandirian energi Indonesia), dan menggagas suatu konsep umum yang holistik mengenai energi Indonesia.

  1. WHAT SHOULD WE DO?

Lakukan hal yang bisa kita lakukan sesuai kapasitas kita sebaga mahasiswa.

Arahan dari Presiden adalah menumbuhkan pola pikir negarawan dengan implenmentasi sesuai kemampuan sebagai mahasiswa. Terkait dengan energi adalah menghasilkan suatu pemikiran berupa konsep energi Indonesia dengan dasar keilnuan yang dapat dipertanggungjawabkan dan memeberikan suatu added value dibandngkan dengan konsep atau sistem yang sudah ada.Tujuan normatif ini akan kita jalankan melalui proker, dan agenda-agenda non proker pada tahun kepengurusan ini.

Perlu digaris bawahi bahwa visi Indonesia Mandiri Energi merupakan visi jangka panjang di mana dalam tahap kepengurusan ini hasil yang ingin dicapai adalah:

· Menumbuhkan sikap kritis dan ilmiah mahasiswa ITB terkait dengan peramasalahan energi nasional. Hal ini akan coba kita fasilitasi melalui forum ilmiah (studium generalle, seminar, forum diskusi)

· Suatu upaya implementatif (karya aplikatif) pengembangan hasil kepengurusan sebelumnya

· Menggagas suatu konsep komprehensif mengenai energi dengan penggagas utamanya adalah mahasiswa ITB dengan dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.


[1] Negara-negara adidaya dunia contohnya USA, Inggris, Perancis, dan Jepang sebagai kekuatan dari Asia

[2] Suatu metode pendekatan analisis masalah dengan memecah masalah menjadi sub-sub masalah secara independen yang kemudian dicari penyelesaiannya. Metode ini dikenal juga dengan Cause and Effect Diagram dan lazim digunakan dalam Teknik Industri dan Manajemen.

[3] Jumlah energi rata-rata yang dikonsumsi satu orang dari suatu negara dalam satu tahun

dari: dokumentasi kajian energi kabinet KM ITB

Categories: Analisis

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment