Berlatar belakang pada peristiwa Serangan Israel ke Palestina akhir-akhir ini dan mengamati begitu banyak respon dari teman-teman semuanya… Saya jadi kembali memikirkan kembali apa sih gerakan yang kongkrit itu?
Sebagian ada yang berkata kepada sebagian yang lain ” Jangan cuma wacana, gerak dong!”
Sebagian yang lain pun ada yang berteriak “Jangan cuma gerak tapi disorientasi arah, gak jelas. Cuma emosi temporal”
Bahkan ada yg pragmatis dan berkata padaku “Daripada konkrit tapi pusing mending diam aja sur.. hehe ^^”
wew….
heu heu… jadi mikir ni…
apaan sih konkrit itu?
apa parameternya?
Sayang masih ada 3 UAS.. jadi pending dulu nulisnya..
Lho terus ngapain publish ini? siapa tau ada yang mau kommen..
tapi hipotesis saya sejauh ini…
jika konkret dikatakan sebagai “aksi nyata” bukankah pewacanaan adalah konkret juga? masalahnya adalah jika hanya wacana….
.
.
terus nih… gimana kalo logikanya kita dibalik dan ditambah:
KITA GAK HANYA BUTUH GERAKAN YANG KONKRIT, KAWAN
TAPI GERAKAN YANG EFEKTIF! Gerakan yang tepat sasaran.
So, gimana menyelamatkan Palestina misalnya?
Kalo kacamata konkrit, mulai dari aksi simpatik, kumpulin dana, pengiriman relawan kesehatan, bahkan menulis dan berbicara ttg Palestina pun adalah sesuatu yang konkret. Jauh lebih konkret daripada diam, tidak peduli.
Masalahnya apa kita akan terjebak pada “konkret dan ketidakkongkritan” saja? Tanpa memikirkan terselesaikannya masalah inti tadi?
Karena,, kalo cuma kirim relawan, kirim obat-obatan saja…sepertinya Palestina tetap aja gitu…. Masalahnya gak akan selesai…. walau bukan berarti itu tidak penting ya…. itu adalah kewajiban juga….
But, di sini yang penting… bagaimana mencari solusi (yang sudah pasti konkrit) dan pasti menyelesaikan masalah yang ada…
so,, sayang sekali kalo sesama kita berdebat dan terpisah sekat “konkrit tidak konkrit”
seandainya semua muslim duduk bersama dan membahas bagaimana caranya menyatukan ummat dan mencari solusi yang benar2 efektif menyelesaikan TIDAK HANYA masalah Palestina tetapi juga permasalahan dunia……
ah,, ayolah semuanya dewasa!
Hmm… Power vs Power bukan?
Masalah Palestina ada karena Islam tidak memiliki kekuatan politis dalam melindungi negeri-negeri kaum muslim dari penjajahan.
Jadi, jelas solusinya adalah ciptakan sebuah pelindung ummat dan pemersatunya….
so,, monggo yang mau aksi,, monggo yang mau jadi relawan kesehatan, monggo yang mau nulis, monggo yang mau jadi orator…
asalkan konteks kita satu : kesatuan ummat dan kebangkitan Islam…
ingat, kita adalah saudara!
2 responses so far ↓
guest // January 5, 2009 at 12:12 am |
hahaha, pembahasan ini…
di tengah2 permasalahan ummat, kaum muslim justru saling mendebat..
Surani // January 6, 2009 at 4:05 am |
itu dia,, sayang sekali!!