Udah lama gak nulis… jadi kepikiran untuk nulis ini.
Beberapa bulan yang lalu, akhir Agustus lebih tepatnya… Motor Sur hampir aja dicuri ama seseorang… di parkiran gerbang belakang kampus. Alhamdulillah, masih rezekinya kali.. Sur yang tidak sengaja lewat sehabis makan di warung belakang, langsung aja “mempertanyakan” orang asing yang begitu enaknya ‘nangkring’ di atas motorku dan sedang mengantri menuju pemeriksaan pos satpam. Pelakunya kaget juga sih, kenapa Sur bisa sadar ini motornya… Ya iya lah.. helmnya pinky gitu,,,,, ^_^
Senang banget awalnya, tu pencuri ketangkap… tapi aku gak sadar ternyata itu adalah awal perpisahanku dengan motorku hingga saat ini….. gak jadi dicuri sih… tapi 3 bulan ditahan di kantor polisi dan kejaksaan hingga sekarang,…… hiks….
Menyesal banget deh… kenapa pasca kejadian itu motornya tidak langsung kuambil saja ya…. Biar tidak ditahan di kantor polisi…. Untuk ke depannya… kalo gak perlu-perlu amat.. jangan pernah deh berurusan lagi ama kantor polisi atau pun kejaksaan tinggi… Capek banget!!!!!! repot dan nge-bete-in…..!!!!!!!!!
2 bulan ditahan di Polsekta Cisitu!!!
Bayangin aja, sejak akhir agustus itu, motorku ditahan sebagai barang bukti.. selanjutnya??? karena 1 dan lain hal,, setelah datang ke polsekta Coblong berkali-kali, hmm tetap aja… motorku susah sekali ditarik…
Setiap ditanya banyak banget alasannya…
mendekati lebaran.. Kejaksaannya sedang “ngantri” sidang … Tunggu pengurusan ini itu…
Setiap kali ditanya, bilangnya “Minggu depan ya Dek”.. begitu minggu depannya kutanya lagi, mereka bilang “Minggu depan lagi kembali kesini ya dek”… Demikianlah seterusnya hingga alhasil motorku ditahan sampai 2 BULAN!!!!
Kejaksaan maupun Kantor Polisi Sama Saja
Selanjutnya, tepat 2 bulan kemudian.. setelah polisinya bosen kali ya Sur hubungin terus-terusan,, akhirnya diserahkan juga kasus ini ke Kejaksaan Tinggi.. Sur berekspektasi motor ini akan segera kembali.. ternyata… gak balik-balik… Kupikir 1 atau 2 hari lagi aku bisa mengurus surat izin pinjam pakai nya hingga persidangan (walau Sur udah gak peduli lagi dengan sidangnya mau jadi atau enggak–yang penting motorku baliiiik)…
Eh tau-taunya,,, seperti keluar mulut harimau masuk mulut buaya…
Di kejaksaan tinggi Bandung, Sur jadi tambah dibuat pusing dan berkeliling-keliling…
Pertamanya ni, waktu serah terima kasus dari kepolisian ke kejaksaan, sur dilayani di bagian barang bukti. Tapi bapaknya bilang mereka tidak punya kuasa atas surat pinjam pakai (kalo sur mau dapat motornya harus urus surat pinjam pakai.. aneh ya meminjam motor milik sendiri ^^). kata bapaknya, Sur harus terlebih dahulu menemui Jaksa umum..
Setiap minggu, paling tidak 1 kali sur ke Jalan jakarta (gedung kejaksaan tinggi bandung) . Akan tetapi setiap sur datang Bapaknya tidak ada… terus si bapak di bagian barang buktinya gak respon banyak setiap sur mengeluh capek karena bolak-balik ke sana si Jaksa tidak ada.
“Coba datang pagi neng, di atas jam 10 jaksanya sibuk sidang”
Masalahnya, kuliahnya padat banget dari senin-jumat setiap di bawah jam 10… hooo…
Terus hari ini (26/11/08), akhirnya kupaksain juga tuh ke kejaksaan lagi… dan sekali lagi jaksanya tidak ada di tempat. Sabar ya Sur,,, sabar……..sabar…………… Mencoba terus tersenyum di tengah-tengah pitam….
Tetapi, kesabaran ini sepertinya makin diuji ketika bapaknya buat Sur jadi muter-muter ruangan di kantor kejaksaan…
“wah,, kami tidak tahu dek.. coba hubungi jaksanya aja… biar diurusin surat pinjam pakainya”
“sudah pak, tetapi jaksanya tidak pernah ada! udah tiga minggu pak motor saya ditahan di sini. kapan sih pak sidangnya?”
“coba cek dulu ke staff penuntut.. cek aja kapan persidangannya. di sini cuma barang bukti”
oke, terus pergilah aku ke ruangan staff penuntut umum. terus karena itu cuma bagian penuntut katanya aku disuruh ke jaksanya lagi… ah capek…. jaksanya kan gak ada bapak???
begitu saya minta nomor telepon jaksanya. mereka bilang tidak ada, karena tidak satu bagian dan nomer beliau ganti-ganti. Akhirnya aku disuruh kesebuah ruang (saya sampai lupa ruang apa namanya) untuk mendapatkan nomer kontak si Jaksa.
“wah gak ada dek nomer beliau. di sini bukan bagiannya. coba ke bagian barang bukti dan jaksa”
what aku dilempar ke awal lagi???????
……..
sing…… Sur capek, bingung, marah, bete, kesal, pengen nangis, pengen ngamuk, iiihhhhh……
……
apaan sih ini? apa sih mau mereka? aku dari tadi hanya dibuat berputar2 dari satu ruang ke ruang lain tanpa hasil signifikan.
Apalagi setelah tahu bahwa persidangan telah berlangsung tanggal 20/11/2008 kemarin, sedang AKU BELUM DIHUBUNGI SAMA SEKALI…….
Oke lah aku gak peduli deh tu pencuri mau ditahan atau dihukum XX tahun, didenda XX rupiah… atau di semur atau direndang gitu….
gak peduliiiiiiii… aku hanya peduli bagaimana motor ku bisa kembali……
tetapi apa yang kudapat? kebingungan dan dilempar-lempar…….
Mereka pasti tahu jaksanya tuh susah sekali ditemui… tetapi setiap bagian seakan mengangkat tangan dan tidak tahu menahu karena bukan bagiannya dan justru menyuruhku ke bagian lain… haaaaaaah……
……………
Inikah birokrasi Indonesia???? Inikah pelayanan publik di bangsa ini????
Polisi… yang seharusnya melayani rakyat gak bisa berbuat cepat!!!!
Kejaksaan yang seharusnya memberi “keadilan” justru membuatku pusing kepayang!!!!!!
HHhhhhhhhhhhphhhhhhhh… capek banget mikirin!
Jadi sadar,,, kenapa sih kedua instansi ini mendapatkan prestasi instansi terkorup di indonesia. Karena sangat besar kemungkinan “corruption by need”….
Bagaimana tidak? sistem kerjanya tidak profesional dan sama sekali lelet…. untuk kasus motorku saja…. UDAH JELAS siapa korban dan pelaku …. UDAH JELAS ada saksi dan barang bukti…. UDAH JELAS pelakunya tertangkap dan aku melapor terus….
Tetapi…. 3 bulan!!! 3 bulan motorku masih saja ditahan… bahkan hingga persidangan bergulir aku belum juga dihubungi… malah dibuat bolak balik dan berputar-putar kantor kejaksaan…..
Gini ya birokrasi Indonesia… hanya bisa cepat dan kilat kalau ada “Rp”…..
Masha Allah……
Dimana sih keadilan itu
Bukan kah mereka adalah pelayan masyarakat?
Bukankah mereka digaji dari uang rakyat untuk menegakkan keadilan?????
Bukankah mereka hadir untuk membantu masyarakat yang “awam” birokrasi dan hukum
bukan justru memanfaatkan keawaman itu?????
Allahu ‘alam……
Aku tidak mau lagi deh berurusan dengan mereka
Aku hanya ingin motorku kembali…….
6 responses so far ↓
ilma // November 27, 2008 at 2:26 am |
SEMANGAT ya SUR!!
InsyaAllah,,dimudahin..Amin..
mety // December 2, 2008 at 11:25 am |
assalamualaikum…
kaifa haluk ukhti….. aku kaget dengar cerita tetang motor mu.. aku ikut terharu atas kejadiannya y.
mety // December 2, 2008 at 12:07 pm |
maaf kallimatnya kepotong… oh y ngomong2 tentang keadilan neng gak ada yang adil selain keadilannya Allah SWT. kita hanya diperbudak oleh sistem keadilan manusia yang tidak berprikemanusiaan.
reren // March 1, 2009 at 12:48 pm |
slm knl surr,,
q jg lg nglmi mslh yg sm bgt sm kmu,,
benci ama birokrasi yg muter2 d indonesia ini,,
huhhh
hela nps yg pnjng aja,,
smga amal ibdh mrka d trma , , ,
Surani // March 5, 2009 at 10:05 am |
iya… makasih semua atas supportnya.. akhirnya motorku kembali… tanpa jelas bagaimana nasib sidang dan hasilnya (sur ga datang karena ada UAS dan saksi satpam ITB disuruh pulang sebelum pembacaan hasil sidang)
hohoho.. semoga saja sistemnya segera berubah… biar ga semakin banyak manusia yang nabung dosa…
dunia dunia…. ck ck ck
Alex // October 28, 2009 at 6:11 am |
Kejadian Sur, sama dengan apa yang gw alami, motor gw dulu juga dicuri, untungnya teman gw berhasil menangkap si pencuri, dan gw serta teman gw itu menyerahkan si pencuri ke polisi (gw menyesal pernah berurusan dengan polisi)
Saat gw mau bayar pajak di Samsat, motor gw ditahan hingga hari ini (sudah seminggu)…kata polisi di samsat gw harus mengurus CABUT BLOKIR dulu: artinya gw harus ke polres tempat dulu gw melaporkan pencurian…sampai harus juga ke polda…
PADAHAL gw punya surat (BA-20) surat dari kejaksaan yang menyatakan bahwa motor gw sudah BEBAS dari perkara, tetap saja kata polisi di samsat gw harus ke polres dan polda jakarta untuk cabut blokir laporan…
Saran saya untuk Surani adalah agar nanti jika ia ingin mengurus pajak motornya, ia disertai dengan orang yang tahu birokrasi atau biro jasa atau mungkin sekalian tidak usah bayar pajak.
Agar tidak seperti yang saya alami…
Mungkin jika ada yang tahu entah itu orang hukum atau siapa saja mengenai birokrasi ini, mohon mengabarkannya.